Kamis, 19 Agustus 2010

TERIMA KASIH SUAMIKU......

Kata-kata di atas mungkin bagi sebagian orang adalah bukan sesuatu yang penting, hanya kata-kata yang sederhana. Tetapi apabila kita renungkan lebih jauh, maka ucapan terimakasih itu sudah selayaknya kita ucapkan kepada suami kita masing-masing dengan sepenuh jiwa dan hati. Karena kita tahu suami sudah bekerja keras, sudah sangat lelah setelah seharian penuh dengan pekerjaan yang sungguh luar biasa, persaingan bisnis yang tiada henti, energi,pikiran, tenaga telah dikeluarkan dengan sedemikian giatnya, kalau suami adalah karyawan kantor misalnya mereka telah seharian berkutat dengan pekerjaan yang tiada henti, belum lagi dengan perjalanan yang sungguh menyita waktu. Untuk siapakah semua itu??tentunya adalah untuk kita para istri dan anak-anak kita. 

Walau kitalah para istri yang lebih sering menanyakan dan mengetahui perkembangan dan  keadaan anak-anak kita, tetapi ketahuilah bahwa dilubuk hati dan jiwa suami kita , mereka demikian luar biasa mencurahkan pikirannya kepada kita para istri dan anak-anaknya.  Terkadang kita merasa bahwa hanya kita yang harus mengurus anak-anak. Padahal tidak!para suami juga demikian hanya berbeda dalam pengungkapan dan perlakuan. 

Walaupun hanya dengan mengucapkan : terima kasih suamiku, maka ucapan tersebut akan dapat menghilangkan segala lelah, penat dan semua rasa yang menghimpitnya. Para suami tentunya akan memahami bahwa kita sebagai istri sungguh sangat menghargai usaha dan kerja keras yang telah dilakukannya. Dan yakinlah bahwa sebagai suami , dia akan terus menumpahkan rasa tanggungjawab dan cintanya kepada kita istri dan anak-anaknya.

Kalau kita renungkan, Alloh swt sangat mencintai hamba-hambanya, betapa kita berterimakasih kepadaNya dan Alloh telah mencurahkan rahmat dan rejekinya kepada makhluk yang selalu berterimakasih kepadaNya. maka pasti suami kita juga akan lebih mencintai dan menyayangi kita karena berarti kita sebagai istri telah menghargai dengan segenap jiwa kita. Jadi mengapa harus ragu untuk mengucapkannya. Kalau awalnya malu, itu biasa tetapi kita sebagai istri bisa mengucapkannya dengan berbagai cara dan momentum yang tepat. Insyaalloh akan menambah erat ikatan suami istri kita.   



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar