Rabu, 04 Agustus 2010

RENUNGAN DARI HASIL SHARING DENGAN REKAN BELAKANG RUMAH TANGGA

Sebenarnya aku menuliskan ini ketika aku mengobrol dengan salah seorang rekan belakang rumah tangga (aku lebih senang menyebut seperti ini), pada saat itu dia bercerita mengenai latarbelakang keluarga dengan anak yang banyak, dengan orangtua sebagai petani, walaupun ada beberapa kakaknya yang bekerja di Luar negeri akibat tekanan hidup.Apa yang dia ceritakan membuat aku termenung setelah itu. Dia bercerita betapa di desanya itu hidupnya susah. Bahkan terkadang untuk makan pun mereka harus Senin Kamis kadang makan sehari makan sehari tidak,karena apa, tidak ada lauk, kalau sedang ada beras pun mereka makan dengan cabai yang dipetik kemudian dibuat sambal, itu sudah cukup membuat bahagia.Dalam hidup sehari-hari betapa mereka sangat bersahaja.Hal ini sangat menyentak diriku, karena selama ini aku tidak menyadari (mungkin sadar tetapi belum sepenuhnya)bahwa aku telah banyak melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu, mulai dari makan seharusnya harus secukupnya, hidup dan keperluan hidup harus secukupnya, bahkan yang lebih membuat ironis tatkala aku perhatikan betapa orang berlomba-lomba dan belanja sana belanja sini mall sana mall sini..uf sungguh sebenarnya ada yang di sudut sana sangat membutuhkan uluran tangan yang terkadang betapa berat untuk diulurkan, karena belum cukup, yang ini belum beli, yang itu belum punya dan lain sebagainya.Padahal rekan rumahtanggaku itu setelah aku berpikir-pikir, mereka sebenarnya hanya'menumpang hidup', mampir ngombe(mampir untuk minum), dan gaji yang diterima gak seberapa dengan tuntutan pekerjaan yang sungguh mengandalkan fisik!! Fisik yang terkadang tidak dapat pula seperti mesin yang harus terus sehat.Untuk itu aku sungguh berharap bisa memberikan'kail'bagi mereka tidak memberikan ikan, entah dalam bentuk apa itu. Harapanku mereka harus punya ketrampilan apapun untuk terus berjuang nantinya. karena aku sendiri tidak berharap mereka akan menjadi rekan belakang rumah tangga tetapi mereka betul-betul bisa 'layak' dan mandiri. Aku sedang berupaya memberikan ketrampilan yang mereka sukai, sehingga siapa tahu dapat berguna nantinya. Aku mencoba memberitahu anak-anakku bahwa mereka adalah saudara yang juga harus dihormati.Karena aku tahu betapa mereka berharga sehingga membuat roda kehidupanku berjalan lancar.   Memang terkadang kita mendapatkan rekan yang sungguh tidak mengerti kita, tetapi sebenarnya masih banyak yang baik untuk kita. dan paling tidak kita bisa memberikan gambaran yang lebih baik kedepannya bagi mereka...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar