Jumat, 13 Agustus 2010

MASA BERSERAH DIRI , IKHLAS DAN TAWAKAL DALAM RANGKA PERANGI PENYAKIT HATI

           Disaat-saat masa sekarang ini betapa sulit dan beragamnya permasalahan-permasalahan dunia yang selalu menggelayut di pundak manusia. Memang betapa ironis menyaksikan oarng-orang yang selalu bersaing, ada ketidakrelaan atas kebahagiaan orang lain bahkan dengan mudahnya orang melancarkan khianat untuk membuat orang lain sakit dan terluka. Itulah yang dinamakan 'penyakit hati'. Penyakit hati dalam makna denotatif tentunya adalah penyakit yang menyerang hati kita secara harfiah, seperti halnya penyakit hepatitis, tetapi ternyata dalam makna konotatif penyakit hati ini dapat lebih berbahaya dibanding dengan penyakit hepatitis itu sendiri. Kita memahami betul kalau penyakit hati itu dapat menguras kantong kita dan mautpun bisa menjemput. tetapi untuk penyakita hati dalam arti konotatif sebenarnya lebih dahsyat efeknya bagi kita sendiri yang punya penyakit itu dan juga bagi orang lain.
           Kita mulai dengan penyakit hati yang disebut penyakit iri hati. Kita merasa sungguh tidak senang apabila orang lain mendapatkan rezeki apalagi rezeki itu melebihi kita. Padahal kita sadar betul bahwa rezeki manusia itu ada yang mengaturnya. Tapi begitu panasnya hatinya menyaksikan orang lain melebihi kita.Penyakit berikutnya adalah dengki dimana kita merasa tidak senang atas kebahagiaan yang yang dirasakan orang lain, ada ketidakrelaan kita mengapa mereka bisa demikian sedangkan saya tidak. Padahal kita sadar betul bahwa setiap orang berhak merasakan kebahagiaan apapun bentuknya. Penyakit berikutnya adalah menghasut, kita berusaha keras untuk mempengaruhi orang lain sehingga mengikuti nafsu kita keinginan kita. Padahal kita sadar betul bahwa orang itu bebas dan kita tahu bahwa ada batas-batas kita terhadap orang lain yang tidak boleh dilanggar. dan lebih ekstrem lagi kita lakukan provokasi sehingga orang terpengaruh oleh kita. Apabila kita berhasil memprovokasi maka kita akan bertepuk tangan atas keberhasilan kita.Penyakit berikutnya adalah kita begitu mudahnya berprasangka buruk terhadap orang lain. Kita curiga apabila orang lain begini orang lain begitu. mereka begini dan begitu pasti karena sesuatu dan lain sebagainya. padahal kita sadar bahwa berburuk sangka itu akan merugikan orang lain sekaligus merugikan kita. Dan penyakit hati lainnya yang sungguh berbahaya yaitu fitnah,bahkan dikatakan fitnah lebih kejam dari pembunuhan. jadi kita tidak amanah terhadap kepercayaan yang telah dilimpahkan ke kita. lalu bagaimana kita dapat memperoleh obat-obat hati yang konotatif tadi. kalau obat sakit hati / lever yang sesungguhnya bisa memakai interveron dan lain sebagainya, tetapi untuk obat penyakit ini seperti yang dinyanyikan oleh Opick bahwa obat hati ada lima perkara mulai dari membaca Al Qur'an dan maknanya, mendirikan sholat malam, kumpul dengan orang sholeh dalam bentuk pengajian, syiar,dan lain-lain, memperbanyak berpuasa dan yang kelima  selalu berdzikir di waktu malam . Tetapi sekali lagi ternyata obat obat itu akan kita konsumsi harus dengan niat yang ikhlas, dengan niat membersihkan hati dan tentunya dengan menghilangkan hawa nafsu. Namanya juga obat tentunya kita akan menginginkan dapat sembuh dan kembali bersih. Kita sangat memerlukan berserah diri yang bukan berarti pasrah, tetapi kita juga harus punya keihlasan yang tinggi untuk mencapainya dan kita tetap tawakal dan tunduk pada Alloh swt. Seandainya boleh bermimpi apabila penyakit-penyakit hati ini dapat dihilangkan betapa nikmat hidup ini, betapa damai dunia dan tentunya kita berharap mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amien....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar