Rabu, 18 Agustus 2010

KULINER YANG POPULER???

Sebenarnya apa yang aku tulis ini adalah berangkat dari terpesonanya dan sekaligus menjadikan aku bertanya-tanya  sendiri terhadap sajian-sajian makanan yang bertebaran di seantero sudut manapun. Makanan yang berjejer mulai dari makanan Eropa, makanan Jepang, makanan Korea, makanan Chinese sampai dengan makanan Indonesia. Mengapa aku begitu terpesona???karena sekarang ini para penyaji (kreator) makanan sudah sangat luar biasa memadu padankan makanan yang disebut 'tradisional' untuk di akulturasi dengan makanan 'luar negeri' yang notabene adalah keju, pasta, saos-saos mulai dari saos inggris, saos tomato, saos lain dan bumbu-bumbu lainnya. mengapa aku bertanya?karena makanan yang asli Indonesia itu sebenarnya seperti apa, karena menurut aku sedemikian luarbiasa nya Indonesia kita sehingga luar biasa beragam jenis makanan kita,dimana makanan kita pun mengalami akulturasi dengan budaya lain. Yang paling kelihatan adalah makanan yang berawalan bak....< mulai bakmi, bakso, bakmoi, dll> atau pun bentuk bentuk akulturasi dengan Belanda, mulai dari buifstik, panada dll...Kalau makanan asli Indonesia itu adalah soto, sauto atau apalah, rawon, opor, atau lainnya??maka itupun sekarang ini makanan kita sudah menjadi budaya populer sekaligus budaya massa. Mengapa???yach dengan seiring dengan perkembangan tehnologi itu sendiri, betapa anak-anak kita sangat merindukan dan ingin kembali menyantap hidangan pizza, KFC, MD, Hoka-hoka bento dll. Ini kelihatan telah terjadi homogenitas budaya kuliner. Karena semua seragam mulai dari bentuk dan taste. Semuanya populer. Alangkah indahnya salah satu produk kita sendiri bisa seperti ini. Misalnya produk 'Tempe' yang sebenarnya di luar negeri juga cukup dikenal sebagai salahsatu produk makanan yang bisa menjadi referensi untuk yang tidak mau gemuk alias yang vegetarian.  Yang lebih menjadi populer lagi adalah terutama dari segi tehnologi sudah banyak diciptakan bumbu-bumbu siap jadi dengan judul bumbu soto, bumbu rendang, bumbu opor atau lainnya. Apalagi sekarang ini di televisi wira-wiri para koki-koki baik tua muda yang cukup menarik dipandang misalnya Farah Quinn, Bara, Rudi Choirudin, Siska, dll. Bahkan aku terkadang juga prihatin terutama terhadap anak-anak termasuk anak-anakku, yang lebih memilih makanan yang notabene homogen tadi dibanding makananku. Tetapi setelah aku pikir-pikir, aku dengan mereka beda jaman,kalau dulu tiap hari terterpa makanan tradisional tadi maka yang di kepala adalah hal tersebut. kalau jaman anakku sekarang karena dia ada di jaman sekarang  dimana terpaan kuliner yang aneka warna demikian luar biasa..Maka sekarang aku berusaha tetap membatasi mereka dengan pengertian tentunya bahwa makanan junk food itu harus bisa diminimalisir..tetapi tetep kembali pada soto, sayur bening, rawon, tempe, dll yang tidak kalah luar biasa. Tujuan ku adalah supaya kekayaan kuliner kita tetap lestari..Yang jelas kesehatan juga akan terjaga. Kalau dulu tidak punya uang maka tidak bisa membeli makanan yang disukai, sekarang punya uang justru harus panadai-pandai menggunakannya tanpa serakah, karena tubuh kita hanya bisa berteriak aku butuh sehat!!!Setuju????

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar