Jumat, 03 September 2010

MUDIK MENGANDUNG BENTUK INDENTITAS BUDAYA

Kita dan siapapun tahu, apabila bertemu dengan seseorang maka biasanya ada pertanyaan,tentang 'asal' kita darimana. Budaya Indonesia telah ,mengenal 'asal' tersebut sebagai sebuah pandangan bahwa setiap orang memiliki asal usul yang terkadang dinilai sebagai tradisional. Fenomena 'mudik' yang sering dilakukan sebagian masyarakat kita menjelang lebaran inilah yang memberi peneguhan pada 'asal' tersebut. Mudik yang diartikan sebagai pulang ke udik (kampung) sebetulnya telah menjadi sebuah 'fungsi komunikasi ritual, yang dilakukan oleh sebagian masyarakat kita. Sehingga fungsi ini bisa digabungkan sebagai fungsi komunikasi ritual plus melibatkan masyarakat secara sosial. Kenapa tidak?ya, karena rata-rata fenomena mudik ini dilakukan secara massal walaupun ada yang pribadi-pribadi tetapi ketika bergabung dalam satu perjalanan menjadi bermakna sosial. Mudik yang dilakukan oleh masyarakat kita tidak hanya berlangsung di Jawa, tetapi juga Sumatra, sampai    dengan yang dari luar negeri sekalipun. Sehingga dapat disimpulkan apabila mudik itu mengandung bentuk identitas budaya. Pengertian identitas (Liliweri, Alo, 2007:69)secara etimologis identitas berasal dari kata identity yang berarti:
  1. kondisi atau kenyataan tentang sesuatu yang sama, suatu keadaan yang mirip satu sama lain
  2. kondisi atau fakta tentang sesuatu yang sama diantara dua orang atau dua benda
  3. kondisi atau fakta yang menggambarkan sesuatu yang sama diantara dua orang
  4. pada tataran tehnis pengertian etimologis di atas hanya sekedar menunjukkan tentang suatu kebiasaan untuk memahami identitas dengan kata identik bahwa sesuatu itu mirip satu dengan yang lain.
Pada tataran hubungan antar manusia pengertian identitas ini menjadi lebih komplek. Tetapi hal ini akan mengantarkan kepada kita bahwa bagaimana kita meletakkan seseorang ke dalam tempat orang lain yang lebih dipahami dengan istilah komunikasi empatik, mampu berbagi perasaan, pikiran, rasadengan berbagai cara mengidentifikasi baik itu dengan panca indra melihat, mendengar, menggambarkan, memahami dan lain sebagainya. Sehingga identitas budaya itu akan muncul karena seseorang itu merupakan anggota kelompok masyarakat lainnya yang tentunya akan menerima dan mendapatkan pembelajaran tentang segala tradisi yang ada, sifat, agama, bahasa dan lain sebagainya. Betapa rasa akan kita rasakan ketika kita melakukan mudik ini. Pada setiap penjuru orang akan memahami kita karena kita sedang mudik dan lain-lain. Sehingga seharus nya apabila dalam mudik itu terkandung identitas budaya maka tidak ada alasan bagi kita bahwa dalam mudik itu terjadi konflik, perkelahian dan lain-lain. Seharusnya identitas budaya itu kita pegang kuat sehingga mudik itu tetap menjadi bagian yang menyenangkan . Walaupun terkadang sering kita temui di jalan yaitu terjadinya kecelakaan ataupun kelalaian manusia sendiri baik dari sisi kendaraan atau fisik. Tetapi identitas budaya yang menyatu itulah yang justru kental terasa bagi kita semua. Jadi tetap berada pada identitas kita untuk kembali ke 'asal' kita, paling tidak mengingatkan kita untuk tetap bersyukur kepadaNya atas perubahan yang lebih baik pada masa sekarang.....  Selamat mudik ya semua.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar